6 Tips Belanja Murah dan Seru di Pasar Seni Sukawati

Pasar Seni Sukawati

Bali memang masih memegang posisi pertama sebagai destinasi favorit berlibur di Indonesia. Sejumlah objek wisata di Pulau Dewata selalu membuat wisatawan tak ingin segera pulang. Mulai dari Pantai Kuta, Tanah Lot, Pura Ulun Danu Beratan, Danau Tamblingan, hingga Monkey Ubud Forest. Segala jenis wisata dapat kamu temukan di Ubud. 

Namun rasanya belum lengkap ke Bali tanpa membawa pulang oleh-oleh. Nah, di manakah cinderamata khas Bali dapat kamu temukan? Tentunya dengan catatan yang memiliki kualitas terjamin dan harga terjangkau. Tempat yang pertama kali muncul di dalam benak, yaitu Pasar Seni Sukawati. 

Pasar seni ini tak hanya populer di kalangan wisatawan lokal saja. Bahkan, wisatawan mancanegara tak kalah mendominasi seisi pasar dengan sempurna. Pasar Seni Sukawati memang kerap menjadi destinasi terakhir bagi turis untuk membeli buah tangan. 

Berkunjung ke Pasar Seni Sukawati, kamu akan merasa puas setelah mengantongi oleh-oleh khas bali. Beragam kerajinan tangan khas perupa Bali dijual dengan harga cukup terjangkau. Harga murah di pasar ini sudah menjadi ciri khas sehingga kerap didatangi oleh wisatawan lokal maupun internasional. Jadi tidak usah khawatir akan menghabiskan anggaran berlebih demi memberikan cinderamata kepada sanak famili. 

Sebagai pasar seni, destinasi wisata belanja ini menyediakan produk beragam hasil kesenian masyarakat Bali. Di antaranya adalah patung-patung, lukisan, frame, kain khas, gelang, kalung, hingga pakaian khas Bali. Kalau ingin berburu kuliner, makanan dan jajanan khas Bali pun dapat ditemukan di Pasar Seni Sukawati. 

jajanan di pasar seni sukawati
Credit Image : @sarahyana on Instagram

Harga yang ditawarkan di Pasar Seni Sukawati pun terbilang terjangkau. Selain itu, pengunjung bisa menawar barang yang diminati. Biasanya harga pas di Pasar Seni Sukawati adalah sepertiga dari harga awal yang ditawarkan oleh pedagang. 

Belanja Murah di Pasar Seni Sukawati

Lebih lanjut, ingin berkunjung ke pasar ini dan membeli oleh-oleh dengan harga terjangkau? Berikut ini adalah tips berbelanja murah dan seru di Pasar Seni Sukawati. 

1. Datanglah Pada Pukul 6 Pagi

pasar seni sukawati
Photo by mark chaves on Unsplash

Tips paling penting dari berbelanja di Pasar Seni Sukawati adalah berbelanjalah di saat jam awal pasar buka. Pasar yang telah berdiri sejak sekitar tahun 1980-an ini beroperasi mulai pukul 6 pagi hingga pukul 6 sore. Supaya kamu bisa mendapatkan potongan harga di pasar yang menjadi saksi sejarah Pulau Bali, datanglah sepagi mungkin.

Harga diskon biasanya diberikan pada jam 6 pagi sampai jam 10 pagi saja. Soalnya pada pedagang meyakini kalau pelanggan pertama yang datang membeli barang dagangan dapat menjadi penglaris. Konon, pembeli pertama tersebut akan memberikan berkah hingga dagangan ramai dan laku oleh pengunjung lainnya. Makanya, berbelanjalah saat pagi hari supaya bisa menjadi pelanggan pertama di pasar seni ini. 

2. Lakukan Survei Harga

pasar seni sukawati
Credit Image : @kikiqoy on Instagram

Tips kedua adalah sempatkanlah berkeliling dari satu toko ke toko lainnya untuk membandingkan harga dan kualitas barang di masing-masing toko. Aktivitas ini akan memudahkan mu dalam mendapatkan harga paling murah. Dengan demikian, kamu pun akan tahu perkiraan harga pas untuk mendapatkan barang atau oleh-oleh yang diinginkan.

Tapi selama melakukan survei harga, pastikan untuk tetap menghormati pedagang di Pasar Seni Sukawati. Jangan sampai kamu menyinggung perasaan karena telah melakukan kesepakatan harga, tetapi tidak sungguh-sungguh ingin membeli barang dagangannya. Bisa-bisa kamu dimasukkan ke dalam blacklist dengan kekuatan kearifan lokal khas Bali. Ngeri, kan? 

3. Belanja Grosir

Credit Image : @jc.winbali on Istagram

Belanja dalam grosir pastinya akan lebih mudah ketimbang hanya beli satuan. Kalau kamu sudah menentukan toko pilihan setelah berkeliling dan mensurvei harga, maka waktunya untuk bertransaksi. Biasanya toko yang menyediakan berbagai jenis barang dan memfasilitasi pembeli yang siap memborong lebih dapat diandalkan untuk urusan harga terjangkau.

Penjual di Pasar Seni Sukawati tidak akan setengah-setengah memberi diskon kalau kamu membeli barang dalam jumlah yang banyak. Kalau datang berombongan dengan teman, sebaiknya pilih satu toko saja untuk mendapatkan diskon spesial ini. 

4. Pintar Menawar

Kekuatan khas emak-emak ini sangat diperlukan jika ingin mendapatkan harga yang diinginkan di Pasar Seni Sukawati. Makanya latihlah keahlian menawar sebelum berkunjung dan berburu oleh-oleh di sini. Analogi transaksi tawar menawar kerap di setarakan bak medan perang. Pedagang di pasar ini cukup alot saat mempertahankan barang yang dijualnya.

Tapi kalau kamu sudah mahir dalam menawar, harga tersebut dapat turun dengan nilai yang sangat miring. Ingat, seperti yang sudah disebutkan, harga pas di Pasar Seni Sukawati biasanya adalah sepertiga dari harga yang disebutkan pertama kali oleh pedagang. Tapi kalau kamu bisa lebih jago dalam menawar, diskonnya bisa semakin besar lagi. Pakaian, aksesoris, dan lulisan dapat kami kantongi tanpa bikin dompet jebol. 

5. Tetap Jaga Sopan Santun

pasar sukawati bali
Credit Image : @reywashere on Instagram

Di mana pun kamu berada, tetaplah ramah terhadap pedagang. Termasuk di Pasar Seni Sukawati. Menjaga sopan santun dapat dilakukan dengan selalu murah senyum selama akad jual beli. Saat menanyakan harga, pastikan nada bicara dalam kondisi sopan dan tidak menyentak.

Bangunlah chemistry dan ikatan emosional agar penjual dan pembeli dapat merasa nyaman dan tercipta rasa percaya antara kedua pihak. Untuk membangun ikatan kedaerahan, kamu bisa memanggil pedagang dengan sebutan “bli” untuk laki-laki dan “mbok” untuk perempuan. Panggilan tersebut dapat menjadi simbol apresiasi dan sikap saling menghargai bagi penduduk lokal. Sehingga, tak ayal, harga dapat diminimalisir menjadi harga lokal. 

6. Objek Wisata Dekat Pasar Sukawati

air terjun tegenungan
Credit Image : @pesonaid_travel on Instagram

Agar belanja semakin seru di Pasar Seni Sukawati, pastikan untuk tidak melewatkan sejumlah destinasi wisata menarik terdekat. Berbagai objek wisata di sekitar Pasar Sukawati adalah Bali Zoo Park, Air Terjun Tegenungan, Hidden Canyon Beji, Taman Burung Bali, dan Desa Celuk

Lokasi dan Rute ke Pasar Sukawati

Pasar Seni Sukawati berada di Kabupaten Gianyar, Bali. Jika berangkat dari Kota Denpasar, maka perjalanan dapat ditempuh sejauh 20 kilometer. Sementara itu, jarak perjalanan dari Kuta adalah 30 kilometer. Untuk menuju ke Pasar Sukawati, kamu bisa menggunakan kendaraan darat dengan menyewa mobil di bali lewat Tripcetera. Dapatkan juga paket wisata menarik lainnya yang tak kalah seru di situs Tripcetera.

12 Tips Mudik Nyaman dengan Kendaraan Tahun 2023

Tips Mudik – Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi tiba. Artinya, perantau sudah bersiap-siap untuk melakukan aktivitas mudik. Tradisi tahunan ini memang selalu dilakukan menjelang lebaran agar bisa berkumpul kembali bersama sanak keluarga di kampung halaman.

Untuk menyambut momen tersebut, tersedia beragam pilihan mudik. Mulai dari menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, seperti kereta api, bus, kapal, dan pesawat. Buat kamu yang berencana untuk mudik tahun ini, perhatikan tips berikut agar perjalananmu tetap nyaman dan aman, ya!

Tips Mudik Kendaraan Pribadi

1. Pastikan Kondisi Kendaraan

Cek Kondisi Kendaraan
Photo by NeONBRAND on Unsplash

Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, hal utama yang harus dilakukan adalah memeriksa kondisi kendaraan. Pastikan kendaraan layak untuk menempuh perjalanan mudik. Mulai dari kondisi mesin, rem, oli, airbag, ban, karburator, dan perangkat mobil lainnya harus benar-benar prima. Jadi, kamu akan lebih terhindar dari kemungkinan mogok di tengah jalan. Yang lebih fatal lagi, kamu bisa mengantisipasi kecelakaan yang berasal dari kondisi kendaraan yang memang kurang layak untuk mudik.

2. Bawa Perlengkapan Otomotif

Perlengkapan Otomotif
Photo by Markus Spiske on Unsplash

Selanjutnya, kamu bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dengan menyiapkan perlengkapan otomotif di dalam bagasi. Meskipun kondisi kendaraan sudah prima, tidak ada salahnya untuk menyediakan ban serep, kunci, dan obeng. Sehingga kalau ada kendala selama mudik, kamu tidak perlu repot lagi mencari perlengkapan darurat tersebut, deh.

3. Bawa Bekal Makanan dan Minuman

Bekal Makanan
Image by Pexels from Pixabay

Selama perjalanan, kamu tentunya akan melalui jam-jam makan. Makanya, sebaiknya kamu menyiapkan persediaan makanan untuk mudik. Dengan membawa makanan dan minuman dari rumah, kamu bisa menghemat pengeluaran karena tidak perlu membeli di jalan. Selain itu, kamu juga perlu membawa camilan agar bisa dikonsumsi kalau jalanan sedang macet, ya.

4. Tetap Patuhi Lalu Lintas

Lalu Lintas Mudik
Photo by Ichio on Unsplash

Bagi pengendara motor, pastikan kamu menggunakan helm berstandar SNI dan menyalakan lampu motor. Rambu-rambu lalu lintas harus tetap dipatuhi dan pacu kendaraan dalam kecepatan normal, ya. Keselamatan harus tetap yang utama, jadi tidak perlu mengebut, menyalip kiri dan kanan, menerobos lampu lalu lintas atau palang kereta api. Ingat ya, melawan peraturan lalu lintas berpotensi berujung pada kecelakaan. Jadi, tetap hati-hati, ya!

5. Kenali Medan Perjalanan Mudik

Mudik
Image by Gerhard Gellinger from Pixabay

Tips mudik selanjutnya adalah, Penting untuk mengetahui karakteristik daerah yang dilalui selama perjalanan mudik. Kamu harus mengenali belokan curam, minim penerangan, jalan rusak, hingga hewan berkeliaran di jalan. Dengan mengetahui medan, kamu bisa mencegah hal-hal yang mungkin dapat memicu kepanikan saat menyetir.

6. Istirahat Saat Mulai Lelah

Istirahat ketika lelah mudik
Photo by Ramiro Mendes on Unsplash

Perjalanan yang jauh dan macet tentu membuat badan terasa lelah. Nah, saat kamu sudah mulai merasa kelelahan, jangan paksakan diri untuk terus menyetir, ya. Singgahlah di rest area terdekat atau SPBU untuk beristirahat dan mengisi energi. Kalau sudah merasa fit kembali, baru deh lanjutkan perjalanan dan semoga kamu selamat sampai tujuan, ya.

Tips Mudik Kendaraan Umum

1. Perhatikan Kembali Barang Bawaan

Barang bawaan mudik
Image by songping wang from Pixabay

Saat menggunakan kendaraan umum, sangat lumrah kalau barang bawaan kerap tertukar. Jadi, pastikan untuk terus mengecek kembali barang bawaanmu. Kamu juga tidak disarankan untuk membawa terlalu banyak barang selama mudik. Cukup barang-barang penting saja agar memudahkan selama perjalanan dengan nyaman. Selain itu, harus diingat kalau kapasitas bagasi transportasi umum terbatas. Jadi, hematlah biaya bagasi agar tidak terlalu boros.

2. Siapkan Persediaan Makanan dan Minuman

Makanan dan Minuman Mudik
Image by Jungyeon Min from Pixabay

Baik mudik dengan kendaraan pribadi maupun umum, persediaan makanan tetap merupakan hal penting. Pastikan untuk membawa makanan dan minuman yang cukup dalam menemani perjalanan agar tidak merasa lapar dan haus. Bekal makanan dari rumah sebaiknya dibawa untuk menghindari lonjakan harga makanan di arus mudik. Selain itu, kamu juga tidak perlu singgah di jalan dan lebih praktis langsung menyantap bekal dari kursi penumpang saja, deh.

3. Jangan Gunakan Pakaian Mencolok

Pakaian Mudik
Image by Ryan McGuire from Pixabay

Perjalanan mudik biasanya rawan kriminalitas. Karena itu, kamu tidak disarankan memakai pakaian yang mencolok dengan beragam aksen dan pernik. Ornamen-ornamen tersebut juga akan membuat gerakanmu tidak leluasa sehingga membuat tidak nyaman selama berada di atas kendaraan. Lupakan juga untuk menggunakan perhiasan berlebih, seperti gelang dan kalung, ya.

4. Membawa Uang Tunai Secukupnya

Uang tunai mudik
Image by Mohamad Trilaksono from Pixabay

Perjalanan mudik ke kampung halaman tidak selamanya menyediakan mesin ATM dan toko dengan mesin kartu debit atau kartu kredit. Jadi, pastikan untuk menyiapkan uang tunai di dompet. Tapi cukup bawa secukupnya saja sesuai perkiraan pengeluaran selama perjalanan. Dengan begitu, kamu akan lebih aman dari kemungkinan aksi pencopetan di jalan.

5. Bagikan GPS kepada Orang Terdekat

GPS
Photo by freestocks.org on Unsplash

Beruntung deh karena aplikasi-aplikasi di gadget telah memungkinkan pengguna untuk berbagi lokasi. Kamu bisa membagikan lokasi sesuai GPS kepada orang terdekat, seperti keluarga dan teman-teman untuk membantu melacak posisi selama perjalanan. Jadi kalau terjadi hal-hal darurat, mereka bisa dengan lebih mudah menemukanmu sesuai dengan GPS yang dibagikan.

6. Bawalah Obat-obatan

obat obatan
Photo by freestocks.org on Unsplash

Obat-obatan tentu merupakan hal yang wajib dibawa saat bepergian. Apalagi bagi pemudik yang kerap mengalami mabuk selama perjalanan, obat masuk angin bisa menjadi penyelamat. Obat-obatan dasar, seperti obat sakit kepala dan pegal-pegal juga perlu menjadi antisipasi kalau mendadak sakit di tengah perjalanan, ya.Nah, itulah beberapa tips sebelum kamu memulai perjalanan mudikmu di 2021, ya.

Baca Juga : 10 Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Bepergian

Semoga kamu bisa selamat sampai tujuan dan bertemu dengan keluarga di hari raya yang fitri. Kalau kamu belum mendapatkan tiket pesawat untuk perjalanan mudik udara, coba deh pesan lewat Tripcetera untuk memperoleh penawaran terbaik, ya. Selamat mudik dan tetap hati-hati!

10 Tips Liburan Backpacker ke Bali, Bisa Sehemat Ini Lho!

Backpacker ke Bali

Liburan ke Bali memang masih menjadi destinasi andalan bagi sebagian besar wisatawan domestik dan internasional di Indonesia.

Wisata pantai, gunung, danau, desa, hingga budaya tersedia lengkap di Pulau Dewata. Jadi tidak mengherankan, ya kalau Bali masih menjadi magnet utama untuk berlibur.

Namun, anggapan liburan ke Bali yang mahal kadang menyurutkan impian untuk menjelajahi provinsi ini. Padahal, kamu bisa berhemat dengan tips liburan backpacker ke Bali berikut ini. Tentunya kamu tidak perlu khawatir lagi soal budget!

Panduan Backpacker ke Bali

1. Kelola Anggaran dengan Efektif

Agar memudahkan pengelolaan keuangan, penting untuk memisahkan anggaran sesuai dengan pos masing-masing.

Anggaran untuk akomodasi dan transportasi harus berbeda dengan anggaran untuk konsumsi dan tiket masuk ke objek wisata hingga oleh-oleh. Dengan cara ini, maka kamu bisa mengontrol anggaran dengan lebih efektif.

2. Berlibur Saat Low Season

Photo by Yulia Agnis on Unsplash

Berkunjung ke Bali pada saat high season tentu akan membuat budget yang harus dikeluarkan akan membengkak. Sebab, biasanya harga transportasi dan akomodasi jadi lebih mahal. Makanya, sangat disarankan untuk terus mengecek harga tiket pesawat di tripcetera.com. Penerbangan weekdays biasanya lebih murah daripada penerbangan pada hari libur atau weekend.

3. Tinggal di Tempat Teman atau Kerabat

Kalau kamu punya teman atau kerabat di Bali, kamu bisa numpang tinggal di tempatnya selama liburan. Itu tentu akan menghemat biaya liburanmu karena bisa memangkas anggaran untuk penginapan. Budget itu pun bisa kamu alokasikan untuk biaya lain, seperti tiket untuk masuk ke berbagai destinasi wisata di Bali.

4. Cari Penginapan Ala Backpacker

Tidak punya kenalan di Bali? Bukan masalah besar sih, karena kamu bisa menemukan penginapan murah di bali di tripcetera.com. Situs traveling ini akan memberikan penawaran terbaik terkait akomodasi yang cocok di kantong backpacker. Kamu bisa menginap di hotel kapsul untuk merasakan pengalaman menginap dengan membaur bersama sesama backpacker lainnya.

5. Makan Enak, Tapi Murah Meriah

Bali masih cukup aman soal harga makanan. Tergantung selera saja, kamu bisa menemukan restoran mewah sekaligus warung makan murah meriah. Nasi khas Bali, Nasi Jinggo saja bisa kamu dapatkan dengan harga Rp5.000 hingga kenyang.

Untuk minum, jangan lupa untuk selalu sediakan botol air minum sendiri, ya. Selain menghemat pengeluaran untuk membeli air minum kemasan, kamu juga bisa berkontribusi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

6. Jelajahi Surga Tersembunyi di Bali

Bali Backpacker
Photo by Iswanto Arif on Unsplash

Jika berlibur ke Bali, jangan hanya sekadar berkunjung ke destinasi mainstream, seperti Pantai Kuta dan Tanah Lot. Kamu bisa berpetualang ke surga tersembunyi yang biasanya tidak memerlukan tiket masuk. Di antaranya ialah Pantai Pasih Uug, Pantai Nyang-nyang, dan Pantai Gunung Payung. Selain itu, berwisata ke kawasan tersebut akan membuatmu merasa lebih nyaman karena jauh dari keramaian.

7. Berkunjung ke Tempat Wisata Gratis

Wisata gratis ke bali
Photo by wahyu saputra on Unsplash

Bali menawarkan berbagai objek wisata yang dapat dinikmati secara gratis. Tapi jangan sepelekan, karena daerah ini tetap mengesankan meskipun tidak berbayar.

Kamu bisa bertanya ke masyarakat Bali yang terkenal dengan keramahannya untuk mencari tahu destinasi gratis tersebut. Seminyak dan Sanur adalah pantai tanpa tiket masuk dengan pemandangan sunset indah plus instagrammable.

8. Andalkan Jalan Kaki atau Sewa Motor Terjangkau

Karena destinasi wisata di Bali cukup berdekatan, kamu bisa berpindah-pindah cukup dengan jalan kaki. Namun jika ingin berkunjung ke destinasi yang relatif jauh dalam waktu singkat, menyewa motor adalah pilihan tepat.

Harganya pun masih terbilang terjangkau, mulai dari Rp35.000 hingga sekitar Rp70.000 per hari. Selain menghemat pengeluaran transportasi selama menyusuri Bali, kamu juga bisa leluasa untuk singgah dalam perjalanan untuk menikmati panorama indah Pulau Dewata.

9. Membeli Oleh-Oleh di Pasar Seni

Pasar seni bali
Photo by Nicolas I. on Unsplash

Cendera mata khas Bali tentu tidak boleh kamu lewatkan saat berlibur. Tapi tidak perlu khawatir akan menghabiskan banyak budget karena kamu bisa membeli oleh-oleh di tempat khusus dengan harga miring.

Ketimbang membeli di kios pinggir jalan, pasar seni menawarkan harga yang lebih murah. Sejumlah pasar yang bisa kamu datangi adalah Pasar Seni Sukawati, Pasar Seni Guwang, Pasar Seni Tanah Lot, dan Pasar Kumbasari.

10. Sediakan ATM, KTP, dan Kartu Kredit

Terakhir, cukup bawa uang seperlunya saja dalam dompet agar lebih mengontrol keinginan untuk berbelanja. Simpan sisanya di rekening bank, sehingga kamu bisa mengambilnya sewaktu-waktu dengan menggunakan mesin ATM. Tapi, pastikan kalau kamu hanya menggunakan dalam keadaan terdesak demi menghemat pengeluaran selama liburan di Bali, ya…

Semoga 10 tips liburan di Bali ala backpacker ini bisa membantumu mewujudkan impian untuk berlibur ke destinasi wisata dunia. Jangan lupa untuk melakukan pemesanan tiket transportasi dan akomodasi melalui tripcetera.com dengan penawaran harga terbaiknya.

12 Tips Liburan Bulan Puasa Agar Tetap Menyenangkan!

Tips liburan bulan puasa – Kamu sudah sering nonton iklan sirup di televisi? Kalau ya, nah itu tandanya kalau Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba. Bulan penuh rahmat bagi umat Islam ini memang selalu dinanti-nantikan. Ngomong-ngomong soal bulan puasa ini, mungkin kamu bertanya-tanya tentang aktivitas liburan.

Tips Liburan Saat Bulan Puasa

Pertanyaannya, bisakah tetap menikmati masa liburan selama sebulan penuh dalam kalender Hijriah tersebut? Ternyata sangat bisa dong, ya. Jadi itu tidak bisa menjadi penghalang untuk merancang agenda wisata kamu. Jangan sampai kalah karena lemas dan kekurangan energi selama jalan-jalan. Nih, berikut tim tripcetera sudah menyiapkan 12 tips biar kamu bisa tetap enjoy liburan selama Ramadhan.

1. Pilih Destinasi Wisata Ideal

liburan bulan puasa
Photo by ardito ryan Harrisna on Unsplash

Untuk liburan selama bulan puasa, pastikan kamu memilih destinasi yang sesuai dengan kondisi selama rentang waktu tertentu. Misalnya, kamu mempertimbangkan untuk pergi ke kiblat wisata religi, di antaranya Aceh atau NTB yang terkenal dengan pariwisata halal.

Faktor lain yang juga harus kamu pertimbangkan adalah cuaca. Untuk menghindari daerah panas karena dapat menambah beban selama puasa, kamu bisa jalan-jalan di daerah dataran tinggi, seperti Lembang, Bandung atau Batu, Malang. Bepergian ke negara empat musim juga ide yang bagus, karena bulan Mei masih merupakan waktu musim semi yang relatif sejuk.

2. Perhatikan Waktu Sahur dan Berbuka

Jika bepergian ke destinasi wisata baru, kamu harus benar-benar tahu jadwal imsak sahur dan waktu berbuka puasa. Disarankan untuk cari tahu sebelum menuju ke tempat berlibur karena tidak semua daerah memiliki waktu sahur dan buka puasa yang sama, ya. Selain tanya ke Google, sekarang juga sudah banyak aplikasi HP yang bisa di-download untuk tahu jadwal penting selama berpuasa, termasuk jadwal sholat lima waktu.

3. Lakukan Aktivitas Wisata Berfaedah

Masjid
Photo by Fahrul Azmi on Unsplash

Wisata religi adalah konsep paling sesuai dengan tema selama bulan Ramadan. Pastikan untuk melakukan kegiatan positif dan bernilai ibadah saat jalan-jalan. Jadi, kamu tidak sekadar refreshing saja, tapi juga bisa berdampak baik.

Kamu bisa berwisata sekaligus melakukan perjalanan spiritual selama liburan. Safari tarawih di masjid-masjid bernilai sejarah dan berseni arsitektur estetik juga merupakan aktivitas yang tak boleh kamu lewatkan.

4. Pastikan Destinasi Wisata Punya Fasilitas Ibadah

Liburan tidak boleh menghalangi kamu untuk menjalankan perintah agama, ya. Jadi sebaiknya kamu memastikan tujuan wisata memiliki fasilitas memadai untuk beribadah. Pilihlah destinasi wisata yang dekat dengan masjid sehingga tidak perlu kesulitan saat memasuki waktu sholat.

Atau setidaknya tempat wisata yang akan dikunjungi memiliki ruangan yang bersih dari najis untuk sholat serta akses air bersih untuk berwudhu. Nah, tidak ada alasan untuk meninggalkan ibadah, kan?

5. Dengarkan Ayat Alquran Selama Perjalanan

Bulan Ramadan sangat ditunggu-tunggu karena merupakan bulan saat nilai ibadah dilipatgandakan dalam Islam. Termasuk mendengarkan lantunan ayat Alquran, pendengarnya akan diganjar pahala yang besar. Karena itu, edit playlist dengan tadarus atau ceramah merupakan pilihan tepat. Selain mendapat pahala, kamu juga bisa merasakan kedamaian karena mendengar ayat suci Alquran.

6. Konsumsi Asupan Makanan Berimbang

Makanan Puasa
Photo by James Harris on Unsplash

Salah satu hal penting saat liburan selama bulan puasa adalah memperhatikan asupan makanan. Sebab, kamu membutuhkan asupan yang bergizi agar bisa beraktivitas secara prima. Untuk berjalan-jalan, kamu setidaknya memerlukan energi yang cukup banyak.

Jadi pastikan untuk mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan kalori dan gizi saat makan sahur, berbuka, dan makan malam. Asupan tersebut akan menjaga kamu agar bisa tetap bugar selama jalan-jalan meskipun sedang berpuasa.

7. Perbanyak minum air putih

Tak hanya makanan, kamu juga perlu memperhatikan minuman agar tidak mudah dehidrasi selama berpuasa. Kekurangan cairan kerap menjadi masalah utama saat liburan puasa. Nah, karenanya kamu harus memperbanyak minum air putih kalau makan sahur dan pada malam hari. Jangan sampai menyesal karena haus dan lemas pada waktu berpuasanya karena malas minum air putih, ya.

8. Kurangi bepergian saat siang hari

Terik matahari mungkin akan membuat kamu jadi cepat haus atau lelah. Apalagi, kalau destinasi wisata yang dituju memang kebanyakan berada di luar ruangan. Untuk menyiasatinya, kamu meminimalisir untuk pergi di siang hari.

Berangkatlah ke tempat wisata sepagi mungkin, supaya kamu bisa beristirahat saat matahari sudah tepat berada di ubun-ubun. Kalau ingin berkeliling kota di siang hari, kamu juga bisa menyewa mobil murah via tripcetera supaya tidak kepanasan, ya.

9. Destinasi Wisata di Malam Hari

Selanjutnya, kamu tidak hanya bisa berwisata pada siang hari. Karena sehabis matahari terbenam, pesona wisata tidak ikut tenggelam. Setelah buka puasa hingga sholat tarawih, kamu bisa menelusuri wisata kuliner khas daerah wisata yang dikunjungi. Biasanya pada bulan Ramadhan, terdapat pasar kaget yang menyediakan berbagai hidangan. Kamu bisa menikmati sajian lokal tersebut sembari merasakan kenyamanan malam hari saat berlibur.

10. Istirahat cukup

istirahat cukup
Photo by Claudia Mañas on Unsplash

Selama berlibur, pastikan untuk memiliki istirahat yang cukup dan berkualitas. Tidur secara teratur akan membantu tubuh agar bisa mengisi ulang kembali energi. Sehingga, kamu bisa kembali segar dan bugar untuk melanjutkan perjalanan wisata keliling Sulsel dan sekitarnya. Untuk temukan penginapan murah agar bisa beristirahat dengan tenang, yuk cek di tripcetera yang menyediakan layanan booking penginapan terbaik.

11. Kurangi beban barang bawaan

Kamu tidak perlu membawa banyak barang bawaan yang berat selama traveling, ya. Bawa barang seperlunya, sehingga tenaga tidak cepat habis karena melakukan hal sia-sia. Yang harus diingat adalah kebutuhan pribadi, seperti obat-obatan, alat mandi, dan aksesoris ibadah. Jangan lupa untuk membawa mukena bagi perempuan dan peci bagi laki-laki agar bisa menjaga ritme ibadah.

12. Tetap patuhi protokol kesehatan

Dan yang terakhir, tetap patuhi protokol kesehatan ya, agar liburan kamu tetap aman dan menyenangkan selalu siapkan peralatan ibadah mandiri seperti sajadah dan mukena, dan jangan lupa selalu kenakan masker dan sering mencuci tangan saat di tempat wisata.

Nah, terbukti kan kalau kamu tetap bisa menjaga puasa selama bulan Ramadhan meskipun menjadwalkan untuk berlibur. Liburan boleh, ibadah tetap jalan!

Oh ya, untuk bepergian selama bulan Ramadhan, kamu bisa mendapatkan paket wisata dan menyewa tiket pesawat murah lewat tripcetera, lho.

10 Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Bepergian

Menjaga Daya Tahan Tubuh – Kasus pandemi COVID-19 yang menyerang seluruh dunia memang sungguh meresahkan. Namun, kemungkinan terserang virus bisa diminimalisir dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan. Salah satu hal yang menjadi kunci pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran virus Corona bisa dilakukan dengan berbagai hal demi menjaga kesehatan dan sistem imun tubuh.

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Bepergian

Selain harus mendapatkan dosis vaksin covid secara lengkap, kamu juga harus melakukan beberapa langkah preventif dalam menjaga kesehatan yang wajib untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, berikut adalah 10 tips yang bisa kamu lakukan dalam menjaga kesehatan dan sistem imun tubuh untuk mencegah terserang COVID-19.

1. Istirahat yang Cukup

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Bepergian
Photo by Kinga Cichewicz on Unsplash

Tidur yang cukup berbanding lurus dengan sistem imun tubuh yang baik. Karena itu, cara ini menjadi strategi ampuh untuk menjaga pertahanan tubuh. Kok bisa? Ternyata, kurang tidur berpotensi menurunkan daya imun tubuh karena menurunnya proliferasi limfosit yang dapat menyebabkan seseorang mudah terserang patogen buruk. Di samping itu, protein berupa sitokin yang berperan penting untuk menjaga sistem imun manusia turut dilepaskan tubuh saat tertidur. Lalu berapa lama waktu tidur yang disarankan? Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa perlu mendapatkan istirahat yang cukup dengan tidur selama 7-9 jam dalam sehari.

2. Olahraga Secara Rutin

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Bepergian
Gambar oleh 5132824 dari Pixabay

Olahraga pastinya tidak menjadi rahasia umum lagi bagi yang ingin menjaga stamina. Karena itu, salah satu keuntungan berolahraga adalah dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan berolahraga, maka aktivitas itu dapat menstimulasi kerja antibodi dan sel darah putih sebagai sel kekebalan tubuh yang mampu menangkal beragam penyakit. Tak hanya itu, olahraga dapat mengeluarkan pula bakteri dari organ dalam sistem respirasi, seperti paru-paru dan saluran pernapasan. Sehingga, orang yang aktif berolahraga dapat mengurangi risiko terjangkit flu atau penyakit pernapasan lainnya. Adapun aktivitas fisik aerobik yang direkomendasikan adalah 150 menit untuk intensitas sedang atau setidaknya 75 menit untuk intensitas tinggi setiap pekannya. 

3. Konsumsi Makanan Berserat Tinggi

3. Konsumsi Makanan Berserat Tinggi
Photo by Iñigo De la Maza on Unsplash

What you eat is what you are. Tampaknya frase itupun tepat untuk meningkatkan kesadaran kita dalam menjaga kesehatan. Makanan dengan serat tinggi akan sangat membantu untuk penguatan sistem imun tubuh. Hal itu dipicu karena mikroba berupa bakteri baik dalam usus menyukai serat dan kacang-kacangan. Nah, eran mikrobioma tersebut ternyata sangat penting sebagai pelindung dalam tubuh sekaligus dalam program imun. 

4. Konsultasi untuk Konsumsi Multivitamin

4. Konsultasi untuk Konsumsi Multivitamin
Gambar oleh Ri Butov dari Pixabay

Jika sulit mendapatkan nutrisi dari makanan sehat, maka kamu bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi multivitamin. Soalnya, multivitamin memang teruji dalam memperkuat daya tahan tubuh. Namun yang perlu diperhatikan saat ingin mengonsumsi multivitamin adalah konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dengan melakukan konsultasi, maka kamu bisa menghindari efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan multivitamin tertentu.

5. Kurangi Konsumsi Zat Berlebihan

Segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik, kan? Begitupun dengan sejumlah zat yang terkandung dalam berbagai makanan dan minuman. Produk yang mengandung banyak gula, misalnya, dapat melemahkan fungsi sel darah putih. Seperti yang sudah dijelaskan, sel darah putih berperan dalam sistem imun karena berfungsi untuk menyerang patogen berbahaya bagi tubuh. Selain itu, hindari pula mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung lemak jenuh berlebih dan makanan olahan dengan tambahan zat kimia.

6. Hindari Minum Alkohol

Alkohol
Gambar oleh Michal Jarmoluk dari Pixabay

Kalau kamu serius untuk menjaga kesehatan, maka pastikan untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol. Sebab sistem imun tubuh tidak akan berfungsi efektif pada seseorang yang mengonsumsi alkohol. Apabila konsumsi alkohol dalam keadaan berlebihan, maka hal tersebut dapat menyebabkan rendahnya limfosit, salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam berperan pertahanan tubuh. Jika kamu kekurangan kadar limfosit, maka sistem imun tidak mampu melawan saat virus menyerang. Ngeri, bukan?

7. Hindari Merokok

merokok
Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Merokok membunuhmu bukan sekadar slogan di kemasan rokok. Kandungan nikotin pada rokok ternyata memiliki dampak negatif pula terhadap sistem imun tubuh. Soalnya, nikotin dapat merangsang peningkatan kadar kortisol (hormon stres) yang akan menghambat pembentukan antibodi sel B dan respons antigen sel T dalam sel darah putih. Jadi, baik perokok konvensional maupun elektronik, sebaiknya kurangi atau–jika ingin lebih ekstrim–hindari, aktivitas merokok untuk mendapatkan sistem pertahanan tubuh yang lebih baik. Apalagi, perokok tidak hanya bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Perokok pasif di sekitarnya pun bisa saja terdampak secara tidak langsung.

8. Kelola Stres dengan Baik

kelola stress dengan baik agar daya tahan tubuh terjaga
Gambar oleh Benjamin Balazs dari Pixabay

Bicara tentang kortisol yang dipengaruhi oleh aktivitas merokok, hormon ini dipicu oleh kondisi stres. Stres dapat memicu tubuh untuk memproduksi hormon kortisol secara berlebihan sehingga dapat menimbulkan lemahnya sistem imun dalam tubuh. Sehingga, pengelolaan stres dengan tepat sangat diperlukan agar bisa menghalau virus yang rentan dengan imun yang lemah, seperti Corona. Berbagai hal bisa dilakukan untuk mengelola stres, di antaranya ialah melakukan hobi (membaca buku, nonton film, mendengarkan lagu) dan meditasi.

9. Berjemur di Pagi Hari

berjemur di pagi hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Photo by Michael Olsen on Unsplash

Khasiat berjemur di pagi hari tak hanya berpengaruh positif terhadap pertumbuhan tulang karena mendapatkan asupan Vitamin D. Lebih dari itu, zat tersebut ternyata memiliki peran krusial dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Vitamin D dapat membantu sel-sel kekebalan tubuh untuk lebih aktif melawan benda asing yang masuk ke tubuh, termasuk virus corona. Hal ini dikarenakan virus tersebut biasanya pada awalnya melawan sel sistem imun. Untung bagi seseorang dengan kadar Vitamin D yang cukup, sebab fungsi sel imunnya meningkat dan dapat mematikan virus yang masuk ke dalam tubuh. Adapun waktu yang disarankan untuk berjemur adalah sekitar 15 menit antara pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Rekomendasi tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia oleh penelitian biomedis dan bioinformatika National Center for Biotechnology (NCBI).

10. Pola Hidup Bersih dan Sehat 

pola hidup sehat
Photo by CDC on Unsplash

Terdapat sejumlah pola hidup bersih dan sehat yang harus selalu diterapkan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dalam menghalau virus Corona. Mulai dari cuci tangan secara teratur dengan menggunakan sabun selama minimal 20 detik. Selain itu, kamu juga harus mengurangi kontak langsung dan melakukan pembatasan jarak (physical distancing) saat berinteraksi fisik dengan orang lain. Bagi yang terpaksa harus keluar rumah, maka masker telah menjadi aksesoris wajib yang harus dikenakan untuk menutupi hidung dan mulut. Dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan tersebut, maka risiko untuk tertular virus yang dapat menyerang sistem imun dapat lebih terkontrol.

Baca Juga : 13 Tips Aman Bepergian Selama Wabah Virus Corona [Covid-19]

Nah, itulah 10 cara ampuh untuk menjaga daya tahan tubuh selama masa pandemi dalam menangkal virus penyebab penyakit COVID-19. Jangan sampai lupa untuk menerapkannya, ya. Semoga kita bisa segera melewati masa yang penuh dengan ketidakpastian ini dan siap untuk jalan-jalan lagi dengan aman dan nyaman. Setelah semua ini selesai, pastikan untuk memesan tiket pesawat dan hotel terbaik hanya lewat Tripcetera, ya!

13 Tips Aman Bepergian Selama Wabah Virus Corona

Tips Bepergian Selama Virus Corona – Masa-masa yang sedang dihadapi ini memang bukanlah waktu yang tepat untuk bepergian dengan tenang. Namun, beberapa orang masih perlu melakukan bepergian meskipun harus menantang virus Corona. Virus yang bermula dari Tiongkok dan menjadi kasus pandemi di seluruh dunia ini pun telah menyerang di Indonesia. Seiring waktu, perkembangannya pun cukup menyedot perhatian sehingga diperlukan peningkatan kewaspadaan.

Tips Bepergian Selama Virus Corona

Tidak perlu panik, tapi jangan pula terlalu meremehkan. Makanya bagi yang memiliki kepentingan mendesak untuk harus bepergian, maka perlu menerapkan tips aman selama masa penyebaran Corona masih terus terjadi. Berikut adalah sejumlah Tips Bepergian Selama Virus Corona yang harus kamu tau

1. Terapkan Physical Distancing

phisical distancing saat wabah covid-19
Photo by Mateusz Glogowski on Unsplash

Tak asing lagi kalau virus Covid-19 dapat menyebar melalui tetesan (droplets), apalagi jika penderitanya batuk atau bersin. Sehingga penerapan physical distancing atau menjaga jarak sangat diperlukan agar bisa mengurangi potensi penularan virus. Sesuai dengan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), seseorang setidaknya harus berjarak sekira satu meter dengan orang lain demi menghindari terjangkitnya virus. Tak tanggung-tanggung, pakar kesehatan lainnya bahkan menyarankan untuk jaga jarak hingga dua meter. Jadi, kalau kamu sedang bepergian atau berada di tempat umum, pastikan untuk tetap menjaga jarak dengan orang lain. Soalnya tidak ada yang benar-benar tahu dengan kondisi kesehatan orang lain. 

2. Beli Tiket dengan Pilihan Refund

Kemudahan memesan tiket pesawat dan hotel murah sudah semakin memanjakan jika ingin traveling, seperti melalui situs Tripcetera. Selain dapat diakses lebih cepat dengan menggunakan fitur online, kamu bisa memanfaatkan penyedia tiket transportasi ataupun akomodasi yang memiliki pilihan refund. Dengan cara ini, kamu bisa mengantisipasi kemungkinan buruk di masa depan apabila destinasi tujuanmu memiliki kasus parah mengenai corona. Alih-alih harus membatalkan perjalanan tanpa kompensasi, kamu bisa menghindari virus ini dan tetap menyelamatkan isi dompet.

3. Melakukan Vaksin 

Apabila kamu memang terpaksa harus bepergian, sejumlah cara bisa dilakukan untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh. Misalnya, kamu melakukan vaksin terlebih dahulu agar dapat lebih menurunkan risiko ancaman virus, termasuk Corona. Tips ini turut dibenarkan oleh Direktur Kedokteran di NYU Langone Health, Scott Weisenberg.

4. Selalu Menggunakan Masker

Photo by Kate Trifo on Unsplash

Sejalan dengan prinsip physical distancing, kamu pun perlu mengenakan masker jika sedang keluar rumah. Hal ini mampu menghambat penyebaran corona dari sang penderita. Tak perlu masker khusus bagi tenaga medis, masker kain disarankan bagi masyarakat umum. Jenis masker itu sudah cukup dengan tujuan kewaspadaan terhadap virus. Ingat pula untuk menggunakan sesuai prosedur. Cara memakai masker yang benar adalah dengan menutup area mulut, hidung, dan dagu. Agar bisa tertutup sempurna, maka kamu perlu menekan bagian atas masker agar dapat mengikuti bentuk hidung, lalu tarik ke bawah di area dagu sampai semua area tersebut benar-benar tidak terlihat dari luar.

5. Cuci Tangan Secara Teratur

Mencuci tangan dengan sabun
Image by Mylene2401 from Pixabay

Tips Bepergian Selama Virus Corona selanjutnya adalah mencuci tangan dengan sabun, Sebagai organ tubuh yang sangat aktif berinteraksi dan melakukan kontak personal, tangan menjadi area yang cukup berperan dalam penularan virus. Mulai dari bersentuhan dengan orang lain atau menyentuh permukaan benda dengan virus, lalu kemudian menyentuh anggota badan sendiri, seperti mata, hidung, dan mulut. Maka risiko tertular penyakit ini akan menjadi tinggi. Karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan. Pastikan untuk mencuci seluruh area tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. 

6. Sediakan Hand Sanitizer 

gunakan hand sanitizer untuk menghindari penyebaran virus corona
Photo by Markus Spiske on Unsplash

Kadang kala, kita tidak bisa menemukan tempat untuk mencuci tangan. Jika ini terjadi, jangan sampai acuh tak acuh dengan kebersihan tangan. Kamu bisa mengakalinya dengan selalu membawa hand sanitizer. Cara praktis ini bisa memudahkan untuk menjaga kebersihan tangan di tempat umum. Disarankan untuk menggunakan hand sanitizer dengan kadar alkohol di atas 70 persen agar efektif membunuh virus. 

7. Hindari Menyentuh Hidung, Mulut, dan Mata

Meskipun kamu telah meminimalisir risiko penyebaran virus dengan tetap menjaga kebersihan area tangan, bukan berarti kamu bisa bebas menyentuh area wajah. Kamu sebaiknya tetap waspada dengan tidak menyentuh area hidung, mulut, maupun mata karena bisa menjadi sarana virus menyerang paru-paru. Apalagi jika memang tidak rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Gunakan pulalah masker untuk perlindungan ganda dalam menutupi area mulut dan hidung saat sedang bepergian.

8. Kurangi Intensitas ke Toilet Umum

Sudah bisa dipastikan kalau toilet merupakan tempat dengan jumlah kuman yang sangat tinggi. Karena itu, kamu perlu mengusahakan agar bisa mengurangi intensitas ke toilet. Saat memegang gagang pintu atau tombol flush, kamu sebaiknya tidak menggunakan telapak tangan secara langsung, melainkan dengan siku karena jarang berinteraksi dan melakukan kontak langsung. Namun jika memang harus ke toilet, cucilah tangan hingga benar-benar bersih sebelum keluar.

9. Konsumsi Daging Matang

Bagi yang ingin menikmati kuliner di tempat bepergian, sebaiknya perhatikan hidangan yang hendak disantap. Apalagi jika berasal dari hewan, karena Corona awalnya diketahui tersebar karena konsumsi daging kelelawar. Untuk menghindari penyebaran virus dari hewan ke manusia, sebaiknya hindarilah kontak langsung dengan hewan, pasar hewan, dan daging mentah. Proses pemasakan yang sesuai dapat mematikan virus Corona di hewan jika dipanaskan hingga suhu 56 derajat Celcius selama 30 menit. 

10. Perbanyak Minum Air Mineral

Untuk menjaga kekebalan tubuh selama bepergian, pastikan pula untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Minum yang cukup akan membuat kamu terhindar dari dehidrasi yang dapat menyebabkan lemahnya sistem imun tubuh. Selain itu, dengan minum air yang teratur juga dapat mencegah keringnya selaput lendir di dalam tubuh. Apabila selaput lendir yang ada di mulut, hidung, dan tenggorokan mengering, maka virus bisa berkembang dengan pesat. Jadi sebaiknya bawalah tumbler berisi air minum selama bepergian agar tetap terhidrasi dengan baik.

11. Hindari ke Destinasi Wisata yang Ramai

hindari tempat yang ramai saat bepergian
Photo by Markus Spiske on Unsplash

Menghindari kerumunan pasti akan menurunkan infeksi corona. Karena itu, disarankan untuk bepergian ke destinasi yang jarang dikunjungi dan tidak begitu ramai. Jika kamu harus berdesak-desakan di destinasi wisata, maka kemungkinan penyebaran virus pun akan semakin besar karena kontak fisik sulit terhindarkan. Sebelum mantap menentukan destinasi bepergian, kamu perlu memperhatikan kemungkinan hiruk-pikuk di area tersebut agar bisa menyesuaikan dengan situasi terkini berkaitan dengan kasus corona.

12. Tidur yang Cukup

tidur yang cukup ketika bepergian
Photo by Simon Migaj on Unsplash

Memang kedengaran remeh-temeh, tapi beristirahat yang cukup turut menghambat penyebaran virus. Jadi jangan hanya fokus untuk bepergian, tapi rehatlah saat merasa tubuh perlu beristirahat. Tidurlah dengan saran waktu yang diperlukan tubuh untuk tidur sesuai dengan umur. Bagi orang dewasa secara umum, setidaknya memerlukan tidur selama 7-9 jam perharinya. 

13. Jika Mengalami Gejala, Segera Periksa ke Dokter 

periksa ke dokter saat merasakan gejala virus corona covid-19
Image by mohamed Hassan from Pixabay

Informasi mengenai gejala apabila terserang virus corona sangat penting untuk dipahami agar bisa mengantisipasi penyebaran ke orang lain. Diagnosa awal yang bisa dilakukan bagi seseorang yang terinfeksi virus ini, di antaranya adalah batuk, demam, dan sulit bernapas. Jika kamu mengalami gejala tersebut, maka sebaiknya untuk segera memeriksakan kondisi diri ke dokter. Sebelum semuanya terlambat, semakin cepat penanganannya, maka semakin besar pula peluang untuk sembuh. Pertimbangkan pula kondisi kesehatan sebelum bepergian. Jika merasa tidak begitu fit, maka sebaiknya menunda perjalanan terlebih dahulu hingga kondisi benar-benar kondusif.

Itulah Tips Bepergian Selama Virus Corona yang perlu kamu benar-benar pertimbangkan jika ingin bepergian di masa meresahkan ini. Apabila kamu diharuskan untuk bepergian, semoga tips di atas bisa membantu dalam menangkal penyebaran virus. Jangan lupa untuk dapatkan kemudahan selama bepergian lewat Tripcetera. Stay safe, ya!